Enaknya Body Mulus Karyawati Magang Seksi

Cerita Sex 2019 Enaknya Body Mulus Karyawati Magang Seksi – Crita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot terbaru 2019. Awalnya sih, aku hanya hanyalah mengagumi kecantikannya, dikarenakan dengan hidung yang bangir, bentuk bibir yang sensual, dihiasi lesung pipit di ke dua pipinya, membuat seluruh yang tersedia didirinya keluar sempurna. Hari demi hari kita keluar jadi akrab, apalagi banyak teman-temanku yang menyangka terkecuali aku sedang PDKT dengannya.

Cerita Dewasa Sex Indonesia Terbaru 2019 Semua analisis temanku, tidak terlalu aku pikirkan, dikarenakan aku merasa, Muti di sini sedang belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh sekolahnya, dan sebagai seorang karyawan di PT. BT, aku hanya hanyalah membimbing dan membantu, terkecuali bila tersedia sesuatu perihal yang dia belum mengerti. Hampir 2 minggu aku mengenalnya, ternyata sikap dan kelakuannya jadi membuat aku terpesona.

Cerita Sex 2019 Enaknya Body Mulus Karyawati Magang Seksi

Cerita Sex 2019 Enaknya Body Mulus Karyawati Magang Seksi
Cerita Sex 2019 Enaknya Body Mulus Karyawati Magang Seksi

Novelseks Ketika aku mendengar gurauan berasal dari seorang temanku, yang mengatakan terkecuali dia berani memberi Rp. 500.000,- kepada Muti, terkecuali Muti mau menemaninya selama 2 jam, perasaanku jadi jadi care serupa si Muti. Timbul perasaaan cemburu disaat mendengar gurauan itu.

Namun aku tidak berani untuk mengungkapkannya, dikarenakan waktu itu di antara aku dan Muti, tidak mempunyai interaksi yang terlalu istimewa. Akupun jadi wajar, terkecuali temanku bicara demikian, dikarenakan dengan muka secantik itu, terkecuali sebenarnya Muti memanfaatkan tubuhnya, barangkali harganya sanggup diatas Rp. 350.000, per 2 jam (harga berikut diatas, adalah harga biasanya seorang massage girl yang telah dianggap cantik).

Suatu ketika, dengan seorang temannya yang bernama Emma, Muti menuju meja kerjaku, mulanya sih menanyakan tentang sesuatu yang tersedia hubungannya dengan keperluannya, barangkali dikarenakan jadi telah akrab, Muti terhitung menanyakan tentang no.HP ku, alasannya sih biar ringan saja, terkecuali nanti dia mau nanya sesuatu. Sambil selamanya perhatikan monitor, aku mengatakan satu persatu nomernya. Ketika mereka ikut perhatikan cara kerjaku, tiba-tiba,

“buukkk..” tanpa sengaja, tangan Emma menyenggol buku yang aku simpan disisi meja.

Aku segera menyita bukunya dengan cara berjongkok. Alamak.. disaat berjongkok, tanpa sengaja sudut mataku menyaksikan sesuatu yang terlalu indah, 2 pasang paha mulus terpampang didepan wajahku.

Bukan hanya itu, dikarenakan posisi kaki Muti disaat duduk, agak mengangkang, maka disaat ku perhatikan, dipangkal pahanya keluar panorama yang cukup menggelitik kelelakianku. Ku menyaksikan dia Mengenakan CD berwarna Pink, dengan hiasan renda di sisinya.

Mungkin dikarenakan mereka terlalu fokus perhatikan hasil pekerjaanku, mereka tidak menyadari (atau sebenarnya sengaja?) terkecuali di bawah meja, aku sedang menikmati apa yang mestinya mereka tutupi.

Kisah Panas Karyawati Magang yang Cantik Karena takut menimbulkan kesangsian berasal dari kawan sekerjaku, terpaksa aku kembali duduk dan menerangkan tentang cara kerja di PT. BT kepada Muti dan Emma. Namun perihal yang baru saja aku alami, selamanya mengganggu pikiranku. Mungkin dikarenakan aku tidak konsentrasi dengan apa yang sedang kita bicarakan, Muti bertanya.

“Pak, kok kadang kala ngejelasinnya tidak nyambung sih..”. Sebenarnya aku malu mendapat pengakuan seperti itu, namun dikarenakan jadi telah akrab, aku berbisik kepada Muti dan menceritakan perihal yang sebenarnya.

Bukannya malu, Muti jadi tersenyum mendengarnya.
“Kenapa tidak disentuh saja Pak, biar tidak penasaran”, goda Muti.

Emma yang tidak menyadari apa-apa, hanya bengong mendengar obrolan kami. Sebagai seorang lelaki, mendengar penawaran Muti, aku jadi berpikir yang tidak-tidak, dan mengayalkan apa yang tersedia dibalik CD nya itu.

Namun sepenuhnya berusaha aku redam, dikarenakan kendati bagaimanapun, di PT. BT ini, aku wajib JAIM (Jaga Imej), agar aku tidak mendapatkan masalah. Bel istirahatpun berbunyi, dan kita segera menuju kantin untuk makan siang.

Baru saja aku selesai makan, Muti mendekatiku dan berbisik “besok Bapak aku tunggu di Hero kira-kira jam 09.00 pagi, tersedia yang menginginkan aku bicarakan, aku tunggu didepan ATM”. Walau singkat, namun selamanya membuatku bertanya-tanya, sebenarnya apa-yang akan dibicarakan? Mengapa waktunya hari sabtu, padahal kan tiap tiap hari sabtu PT. BT libur.

Mengapa dia berbisik terlalu pelan kepadaku, apa takut terdengar yang lainnya?. Besoknya, dengan selamanya mengenakan pakaian rapi (seperti terkecuali mau berangkat kerja), aku mengeluarkan motorku dan beralasan lembur kepada ke dua orang tuaku. Menunggu adalah perihal yang terlalu membosankan, dikarenakan sampai di Hero, jam baru membuktikan angka 07.30,

Setelah melacak sarapan, sambil ngerokok, aku iseng-iseng ikut ngantri ATM, padahal hanya mau simak saldo doang, dikarenakan duwit yang tersedia di dompetku, masih tersedia kira-kira Rp. 400.000,-. Dari jauh, aku telah menyadari terkecuali gadis yang menuju kearahku adalah si Muti, dan pagi ini, dia keluar terlalu sexy, dikarenakan Muti hanya mengenakan kaos dan celana jeans ketat.

“Udah lama ya Pak? Kan Muti janjinya jam 09.00, sekarang baru jam 08.45, Muti tidak keliru khan?”,
“Jangan panggil aku Bapak dech Mut, aku kan belum nikah, dan ini bukan di kantor, panggil namaku saja dech, biar sanggup lebih akrab”.
“Ok deh Pak, eh Fik”, sambil tersenyum Muti segera menggandeng tanganku.
“Fik, enaknya kita ke mana yach”, bertanya Muti.
“Terserah, emang mau ngomongin apaan, kayaknya privat banget”.
“Ngga juga, Muti seneng saja terkecuali deket ama Fik, kenapa ya?” “Mau menyadari jawabannya”, candaku.
“Ngga usah Fik, Muti terhitung telah tahu, Muti rasa Muti menyukai Fik”, jawab Muti polos.

Tanpa disadari, barangkali dikarenakan saking senengnya, aku yang sejak awal sebenarnya mengagumi Muti, segera memeluknya. Mendapat perlakuan begitu, Muti coba melepaskannya, dan mengingatkan, terkecuali kita masih tersedia dilokasi umum, tidak enak keluar banyak orang.

Akhirnya kita memastikan melacak tempat yang cocok untuk berduaan. Tapi dikarenakan yang aku menyadari hanya hotel tempat salah satu yang cocok untuk berduaan tanpa takut keluar orang lain, kendati keluar agak ragu, Muti selanjutnya menyanggupinya.

Sekitar jam 09.30, kita telah sampai di front office hotel BI, dan menyita sebuah kamar dengan fasilitas TV dan AC. Dengan agak ragu Muti memasuki pintu kamar (mungkin dikarenakan baru pertama kalinya), dan dia agak terperanjat menyaksikan fasilitas yang terdapat di dalamnya. Apalagi disaat dia menyaksikan kamar mandinya.

“Enak terhitung ya Fik, kita sanggup ngobrol berduaan disini, tanpa takut akan terdengar atau keluar oleh orang lain”. Muti segera merebahkan badannya ke ranjang, dan melacak siaran TV yang tertentu menyiarkan acara musik.

Kebetulan banget lagunya adalah lagu-lagu romantis, yang secara tidak langsung, ikut merubah kondisi hati kami. Lewat Iphone, aku memesan makanan dan soft drink. Ketika aku menyalakan rokok, terdengar suara room boy mengetuk pintu dan mengantarkan pesananku. Aku mendekati Muti yang sedang rebahan, maksudnya sih mau nawarin makanan, namun Muti segera bangun dan bertanya.

“Fik, apakah Muti keliru bila Muti mencintai Fik, Muti sebenernya malu mengakuinya, namun bila tidak diungkapkan, Muti takut terkecuali Fik tidak menyadari apa sebenernya yang Muti harapkan.

Maafin Muti yach, Muti telah ngerepotin Fik, padahal kan sekarang waktunya libur dan istirahat, namun Muti jadi meminta Fik menemui Muti”. Aku terharu terhitung mendengar kejujuran dan kepolosannya, selanjutnya sesudah mendengarkan seluruh tentang apa yang tersedia dihatinya, sambil membelai rambutnya (agar perasaannya jadi lebih tenang), aku pun berusaha meyakinkannya, bahwa seluruh yang dialami, adalah wajar, terkecuali seseorang mencintai lawan jenisnya, dan tidak tersedia yang namanya salah, terkecuali telah menyangkut perasaan hati.

Ketika dia menatapku dengan tatapan yang tajam, secara perlahan aku mencium keningnya. Tapi ternyata, yang kulakukan itu jadi membuat Muti berani untuk membalas ciumanku. Dia segera melumat bibirku, dan seperti seseorang yang tidak mau kehilangan sesuatu, dia memelukku dengan erat sekali.

Sambil terus menikmati bibirku, tangannya terus mengelus dan mengusap seluruh bagian tubuhku. Mungkin beginilah cara dia mengutarakan rasa sayangnya terhadap diriku. Tapi sekarang aku yang bingung, dikarenakan dengan melihatnya bentuk tubuhnya saja (waktu di kantor), sanggup membuat aku “konak”, sekarang seluruh tubuhnya telah melekat erat ditubuhku (walau masih Mengenakan busana lengkap).

Kedua payudaranya jadi jadi mengeras, selanjutnya kuputuskan untuk menikmati kondisi ini, dikarenakan jujur saja, kadang-kadang, dulu akupun sering menghayalkan betapa nikmatnya terkecuali bercumbu dengan si Muti, apalagi terkecuali berjalan di belakangnya, goyangan pantatnya ngajakin kita jual tanah (maksudnya ntar duitnya membuat ngebayarin pantatnya, he.. he.. he..). tanganku jadi berusaha membuka kaosnya, dikarenakan aku tidak mau pandanganku yang tertuju kepada ke dua payudaranya, terhambat oleh kaos yang ia kenakan.

Pelan namun pasti, selanjutnya bukan hanya kaosnya yang sukses aku buka, BH nya pun telah aku lepaskan. Sejenak aku terpana menyaksikan keindahan bentuk payudaranya itu, namun hanya sebentar, dikarenakan aku menginginkan segera menikmati dan merasakan keindahan itu, kuremas ke dua susunya, dengan mesra aku jadi menghisap putingnya yang telah agak mengeras dan berwarna kecoklatan. Kucium dan kujilati bagian tubuhnya, jadi berasal dari leher, terus bergerak turun dan menuju putingnya kembali.

“Yaa.. hisap terus sayaangg.. aacchh.. ennaakk banget Fik.. geli.. namun nick..maaattt.. teeeruuus.. aaccchhh..” Muti terus meracau menikmatinya.

Aku terus merangsangnya, dan coba membuka celana jeans yang dipakainya, lantaran jeans yang dikenakannya terlalu ketat, aku ada masalah untuk membukanya, untungnya Muti mengerti, dengan agak mengangkat pantatnya, dia jadi coba menurunkan jeansnya sendiri. Dengan sabar, aku tunggu dan terus mempermainkan susunya.

Setelah jeansnya terlepas, tangan Muti berusaha untuk membuka seluruh yang aku kenakan. Satu persatu jari tangannya membuka kancing kemejaku, dan sesudah sukses membuka busana dan celana yang aku pakai, Muti hanya menyisakan CD saja yang masih melekat ditubuhku.

Mungkin dia masih ragu untuk membukanya, dikarenakan diapun masih mengenakan CD. Walau diwajahnya terlihat, terkecuali dia sedang diamuk birahi, namun dia masih sanggup menguasai pikirannya, aku percaya dia jadi takut di cap sebagai cewe yang agresif dan takut terkecuali aku tidak menyukai tindakannya.

Namun aku selamanya menikmati kondisi yang berjalan di di dalam kamar hotel ini. Aku terus merangsang birahinya, ciumanku aku arahkan kedaerah perutnya, terus kebawah menyusuri lubang pusarnya, dan ke dua tanganku, bergerak untuk membuka CD yang masih melekat ditubuhnya.

Secara perlahan aku coba membuka CD nya, sambil terus mencumbunya, aku menciumi tiap tiap tempat yang baru telihat disaat CD nya jadi bergerak turun. Muti terlalu menikmati seluruh sentuhan yang aku berikan, apalagi disaat CD nya telah terlepas, dan aku jadi menjilati , dia terus mendesah dan jadi membuka pahanya lebar-lebar agar lidahku sanggup menjilati bagian di dalam .

Dengan keharuman yang khas, itu telah membuat aku betah berlama-lama mencumbuinya. Aku terus menjilati, dan dengan jari telunjukku, aku coba merangsang dia dengan memainkan kelentitnya. Semakin aku percepat memainkan jari telunjukku, jadi cepat pula dia menggoyangkan pantatnya. Muti terus mendesah dan meracau tak karuan.

“Aacchhhh.. terus sayang.. nikmatnya.. teruzzsss.. lebih ke di dalam kembali Fik.. teruuzzss.. yacchhh.. benar.. jilati terus yang.. itu.. sayang.. accchhh”. Karena rangsangan yang dia terima jadi hebat, pantatnya bukan hanya digoyang-goyangkan, namun jadi diangkat-angkat ke atas, barangkali tujuannya agar lubang yang lebih di dalam ikut tersentuh oleh lidahku.

Dengan pemberian jari-jariku, aku terus mengaduk-aduk isikan Muti, aku sentuh G-Spotnya secara perlahan, dia segera menggelinjang, selanjutnya kuelus G-Spotnya nya dengan jari tengahku, Muti jadi liar, seperti orang yang sedang ngigau, dia meracau tak karuan, tak menyadari suara apa yang keluar berasal dari mulutnya, dikarenakan yang aku tahu, lubang telah terlalu basah oleh cairan kemaluannya, seluruh tubuhnya seperti menegang, namun itu tak berjalan lama, karena, dirinya segera terdiam dan tergolek dengan lemas.

Melihat Muti telah raih orgasme, aku berusaha untuk tenang, namun telah terlalu tegang (walau masih tertutup oleh CD) dan menginginkan segera merasakan nikmatnya Muti. Aku segera mencium dan menjilati “lubang surga” itu, agar Muti sanggup merasakan apa yang namanya multi orgasme.

Usahaku ternyata berhasil, dikarenakan hanya di dalam sebagian menit, tubuhnya kembali bergetar dan menegang. Diiringi desahannya yang terlalu menggairahkan, Muti kembali merasakan kenikmatan itu. Karena sebagian kali mengalami orgasme, Muti keluar terlalu lelah, meski tak dikemukakan, keluar menyadari bahwa dia terlalu bahagia dengan oral yang aku lakukan.

Dengan tersenyum, dia coba untuk membebaskan CD yang masih melekat ditubuhku. Tanpa ragu, dia jadi menjilat dan mengulum penisku. Mendapat perlakuan seperti itu, aku yang pada mulanya mendominasi permainan, hanya diam saja menikmati permainan Muti.

Dengan bibir indahnya, dia mengulum dan mengeluar masukan ke di dalam mulutnya, dan sesekali, dengan memanfaatkan kelembutan lidahnya, dia mengusap dan menjilat kepala penisku. Gila.. ternyata Muti bukan hanya indah membuat dilihat, ternyata Muti mempunyai kekuatan yang terlalu baik di dalam merangsang dan memanjakan kita di dalam permainan seksnya.

Aku berusaha agar tidak sampai kebobolan disaat dia laksanakan oral terhadapku, namun kenyataannya, seluruh spermaku telah mencukupi mulutnya, disaat secara reflek, aku menjambak rambut dan menarik kepalanya sambil mendesah menghambat kenikmatan waktu spermaku akan keluar. Tanpa perasaan jijik, Muti menelan seluruh sperma yang tersedia di di dalam mulutnya, seperti tidak puas, dia menjilati yang masih tersedia sisa-sisa spermanya.

“Fik, enak terhitung ya rasa sperma lo, gurih-gurih gimana gitu..”, kata Muti memuji.

Aku hanya tertawa sebentar mendengarnya, dikarenakan bola mataku selamanya menyaksikan lekuk-lekuk tubuh Muti yang telanjang tanpa sehelai benangpun menutupinya. Kuperhatikan kembali “lembah” yang dihiasi oleh bulu-bulu halus itu, ternyata, warnanya agak memerah, barangkali dikarenakan tergesek oleh lidah dan jari-jariku.

“Makasih ya Mut..”, kataku sambil menciumi .
“Fik, boleh tidak terkecuali Muti minta Muti di jilatin lagi, abis enak banget sih..”, bertanya Muti sambil memohon.
“Boleh saja sih, namun boleh tidak terkecuali Fik masukin ke itu Muti, soalnya Fik telah tidak kuat nich, pengen buru-buru berada di di dalam Muti. Boleh yach?”
“Muti takut Fik, kata temen-temen Muti, rasanya sakit banget, tidak mau ah.. ntar terkecuali sakit gimana?”, tolak Muti.

“Pokoknya Muti rasain saja nanti, Fik apa temen Muti yang salah”, kataku sambil jadi menjilati Muti.

Dengan melebarkan pahanya, dan mempergunakan ke dua tangannya, Muti menunjang melebarkan agar mempermudah ku di di dalam mencumbui . Kujilati klitnya sampai dia menggelinjang tak karuan menghambat rasa nikmat yang dia terima.

Sengaja aku terus menjilati klitnya, agar dia diamuk oleh gairahnya sendiri, disaat kulihat tubuhnya jadi menegang, dan mengalami orgasme, entah untuk yang keberapa kali, aku segera memindahkan cumbuanku kedaerah putingnya yang telah terlalu kencang. Kuciumi bagian bawah susunya, kusedot dan kumainkan lidahku di tempat tersebut.

“Fik.. enak sekali sayang.. acchhh.. ooohhhh..” Muti menggelepar menghambat birahinya yang jadi besar.

Kulihat jari lentik Muti jadi bermain dibibir kemaluannya sendiri, dia terus mengelus, dan sekali-sekali memasukan jarinya ke di dalam lubang yang telah terlalu basah dikarenakan banyaknya cairan pelicin yang keluar berasal dari dalam. Sambil selamanya membenamkan wajahku di antara dua gunungnya, tanganku secara perlahan menarik tangan Muti yang sedang asik mengeluar masukan jarinya.

Awalnya dia menolak, namun disaat aku bimbing jarinya kearah , Muti segera menggenggam dan mengocoknya. Setelah agak lama, aku meminta Muti agar dia berada diatas tubuhku yang telah di dalam posisi berbaring. Dengan perlahan, dia menaiki tubuhku.

Bacaan sex top: Tragedi nikmat di pagi hari waktu lebaran

Sengaja aku menggesek-gesekan di antara lubang , ternyata benar, apa yang aku laksanakan telah membuat kenikmatan yang dirasakan oleh Muti jadi menjadi-jadi, diapun jadi bergerak menggesekan ke bagian luar .

Akhirnya, kendati dengan posisi berada di bawah, tanpa sepengetahuan Muti, aku berusaha mengarahkan agar sanggup memasuki lubang. Muti terus menjalankan dan menggesekan, dan tanpa disadarinya, ternyata kepala jadi bergerak memasuki disaat dia menggerakan pantatnya berasal dari atas ke bawah.

Terasa lembut sekali disaat kepala menyentuh bagian di dalam berasal dari lubang surganya, tersedia perasaan nikmat yang sulit untuk diungkapkan, dan tanpa terasa, telah seluruh bagian berada di dalamnya.

Seperti kesetanan, Muti terus menggoyangkan pantatnya, sesekali terdengar rintihan dan erangannya. Akupun terus mengeluar masukan ke di dalam lubang meki nya. (walau agak sulit dikarenakan posisiku berada di bawah).

Secara reflek Muti segera merebahkan tubuhnya diatas tubuhku disaat dia telah raih orgasmenya. Namun dikarenakan aku belum orgasme, aku segera membalikan badannya agar berada di bawah tubuhku.

Dengan sedikit santai, aku terus menggerakan “junior”ku, namun dikarenakan tubuh Muti yang bersih dan terawat, birahiku tidak sanggup menyadari terkecuali aku menginginkan lebih lama menikmati kemulusan tubuhnya. Akhirnya spermaku keluar di di dalam kehangatan lubang mekinya.

sinopsis film 21
Gravatar Image
Novelseks.me Merupakan media hiburan bagi orang dewasa berumur 20 tahun keatas, bagi yang belum mencapai batas umur saya mohon kesadarannya untuk segera meninggalkan blog ini. Bagi yang cukup umur silahkan menikmati sajian cerita cerita panas igo nakal terbaru 2018 yang telah kami sudur dari berbagai sumber blog lain.